Jumat, 30 November 2012

Kebijakan Pengembangan Kurikulum

Dilihat dari pengalaman-pengalaman dalam pelaksanan kurikulum sekolah dasar selama ini (terutama kurikulum tahun 1968, 1975, 1984) dan juga dilihat dari struktur kurikulum yang dikembangkan, pendekatan pengembangan kurikulum di Indonesia lebih bersifat sentralistik. Pada kurikulum tahun 1994 sesuai dengan munculnya UU No. 2 tahun 1989 tentang SISDIKNAS dan PP No. 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, dan kebijakan pengembangan kurikulum terbagi menjadi dua bagian yang sering dikenal dengan kurikulum nasional dan kurikulum muatan local.
Untuk lebih jelasnya tentang kebijakan-kebijakan pengembangan kurikulum tersebut, dalam buku undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut ditemukan klausul yang berbunyi sebagai berikut:

a.      Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan (UU Nomor 2 tahun 1989 Pasal 37)
b.      Pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan cirri khas satuan pendidikan yang bersangkutan (UU Nomor 2 Tahun 1989 Pasal 38 ayat 1).
c.       Kurikulum yang berlaku secara nasional ditetapkan oleh Menteri, atau menteri lain, atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen berdasarkan pelimpahan wewenang dari menteri (UU nomor 2 tahun 1989 pasal 38 ayat 2).
d.      Satuan pendidikan dasar dapat menambah mata pelajaran sesuai dengan keadaan lingkungan dan cirri lhas satuan pendidikan yang bersangkutan dengan tidak mengurangi kurikulum yang berlaku secara nasional dan tidak menyimpang dari tujuan pendidikan nasional (PP Nomor 28 tahun 1990 pasal 14 ayat 3).
e.       Satuan pendidikan dasar dapat menjabarkan dan menambah bahan kajian dari mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan setempat (PP Nomor 28 tahun 1990 Pasal 14 ayat 4).
Selain kebijakan pengembangan kurikulum tersebut diatas, terdapat pula tahap-tahap pengembangan kurikulum sekolah dasar sebagai berikut:
a.       Pengembangan Kurikulum pada Tahap Makro
Pada tahap ini, pengembangan kurikulum dikaji dalam lingkup nasional, baik untuk pendidikan sekolah maupun luar sekolah, baik secara vertical maupun horizontal dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. Secara vertical berkaitan dengan kontinuitas atau kesinambungan pengembangan kurikulum dalam berbagai tingkatan (hierarki) institusi pendidikan atau sekolah, sedangkan secara horizontal berkaitan dengan pengembangan kurikulum pada tingkatan pendidikan atau sekolah yang sama atau setara sekalipun jeni9s pendidikannya berbeda.
b.      Pengembangan Kurikulum pada Tahap Institusi.
Pada tahap ini, kegiatan pengembangan kurikulum dilakukan di setiap lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah dasar. Aspek-aspek yang dikembangkan pada tahap ini di antaranya tujuan lembaga sekolah dasar, mata pelajaran-mata pelajaran yang akan dipelajari sesuai dengan tujuan tersebut, dan fasilitas yang dibutuhkan termasuk media dan alat pembelajaran.
c.       Pengembangan Kurikulum pada Tahap Mata Pelajaran.
Pada tahap ini, pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) untuk masing-masing mata pelajaran yang dikembangkan di sekolah dasar. Dari GBPP tersebut oleh guru selanjutnya dijabarkan menjadi program caturwulan yang merupakan program yang akan dilaksanakan pada periode belajar tertentu yaitu sekitar 3-4 bulan.
Dalam periode waktu tersebut diharapkan para siswa dapat menguasai satu kesatuan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu. Isi program catur wulan adalah apa yang ada dalam pengaturan yang melengkapinya sehingga program tersebut membentuk suatu program kerja selama satu catur wulan lengkap dengan penentuan alokasi waktu yang dibutuhkan serta kapan dilaksanakannya.
d.      Pengembangan Kurikulum pada Tahap Program Pengajaran.
Tahap ini merupakan tahap pengembangan kurikulum secara mikro pada level kelas, dimana tugas pengembangan  menjadi tanggung jawab sepenuhnya seorang guru. Dengan berpedoman pada GBPP dan program catur wulan kemudian guru menjabarkannya dalam bentuk persiapan mengajar harian atau dulu dikenal dengan nama satuan pelajaran (satpel) untuk satu atau beberapa kali pertemuan tatap muka dikelas.
e.       Pengembangan Muatan Lokal.
Kurikulum muatan local di sekolah dasar pada dasarnya bertujuan untuk mendukung, memperkuat dan memperkaya pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional dan tujuan Pendidikan Dasar. Dengan demikian masuknya muatan lokal dalam kurikulum nasional tidak mengubah esensi tujuan pendidikan nasional

Mengaji

tujuan Tempat Pendidikan Al Qur’an adalah untuk menciptakan generasi muda yang beriman , berakhlak mulia, cerdas dan mandiri
Sedangkan fungsi dari TPA antara lain:
1. Mengembangkan seluruh potensi anak sejak usia dini dalam rangka mewujudkan pendidikan anak seutuhnya sehingga nantinya terbangun generasi ideal masa depan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas dan mandiri.
2. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta mengembangkan life skills.


 

BELA DIRI

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan Pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran, penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti mata pelajaran.

Tingkat kriminalitas semakin tinggi. Premanisme bak wabah yang menular ke setiap daerah. Aparat keamanan, tampak semakin kewalahan, sehingga kejahatan bisa terjadi setiap saat tanpa ada yang bisa mencegah. Berita-berita mengerikan setiap hari kita dengar melebihi sarapan pagi.  Entah itu soal pembunuhan, perampokan, bahkan pemerkosaan. Lantas apakah kita akan berdiam diri menyaksikan semua itu lewat di depan mata, menunggu aparat keamanan datang atau mengharapkan seorang macam ’superman’ turun tangan?

Keamanan dan perlindungan lebih banyak berada di tangan kita sendiri. Kita tidak bisa mengharapkan bantuan orang lain karena mereka juga dalam posisi yang sama. Saat ini semua orang, anggota masyarakat sangat rentan menjadi korban tindak kejahatan. Kriminal bisa menyentuh laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, kaya atau miskin. Jadi sebaiknya kita berusaha meningkatkan perlindungan pada diri kita sendiri.

Memang banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari kejahatan. Misalnya, jangan mudah percaya pada kata-kata orang lain. Sebaiknya kita melakukan perjalanan tidak seorang diri, apalagi jika di malam hari. Kaum perempuan juga dihimbau agar mengenakan pakaian yang sopan dan tidak mengenakan perhiasan, dsb. Namun semua itu adalah batas minimalis yang bisa kita lakukan. Bagaimana jika sudah melakukan hal-hal itu, ternyata kita terpaksa berhadapan dengan penjahat?
Mengapa kita tidak menggalakkan ilmu bela diri? begitu banyak perguruan ilmu bela diri di tanah air yang bisa kita ikuti. Dahulu, ilmu bela diri mencapai puncak kejayaan sehingga memiliki banyak pengikut. Namun harus diingat bahwa bela diri bukan untuk bergaya, tetapi bisa digunakan untuk melindungi diri dari tindak kejahatan. Saya apresiasi terhadap sekolah-sekolah yang mencantumkan bela diri sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Akan lebih baik lagi jika para pendidik menyoalisasikan agar siswa-siswa mengikutinya disertai penjelasan situasi dan kondisi yang semakin rawan.





PRAMUKA

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia, agar supaya :
1. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta :
2. tinggi mental - moral - budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
3. tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
4. kuat dan sehat fisiknya.
Menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapain tujuan tersebut. 

1

2

3

Perayaan Perpisahan

Perpisahan memiliki sejuta kesan. Karena pada moment inilah kita bias saling bermaafan, saling mengucapkan terima kasih, bertangisan, bahkan saling berjanji untuk tetap berhubungan.

Perpisahan sekolah merupakan hal yang spesial karena semuanya berkumpul untuk merayakan satu kemenangan sekaligus berpisah. Perpisahan yang terjadi dengan tujuan agar kita bisa meraih pendidikan yang lebih baik dan lebih tinggi lagi. Semuanya demi masa depan yang lebih baik. Perasaan yang dirasakan pastinya bercampur aduk. Ada yang sedih, senang dan sebagainya. Tapi ini semuanya pasti membawa makna sendiri bagi kita semua.

Moment bersalaman dengan guru, orang tua/wali dan seluruh siswa adalah saat yang sangat ditunggu. Inilah moment yang sangat membuat kita semua merasa bahwa kita saling menyayangi. Tidak ketinggalan sesi pemotretan pun dilakukan untuk mengabadikan saat2 yang indah.

Perpisahan itu hanya perpisahan sebuah benda dengan benda lain sehingga jaraknya terpaut lebih jauh dari kedudukannya semula. Tapi bisa juga perpisahan adalah menjauhnya suatu ikatan batin (hanya ikatan batin saja) dari seseorang terhadap seseorang lainya ataupun dengan objek yang mempengaruhi batin seseorang itu atau berpisahnya seseorang selamanya tanpa pernah bisa berkomunikasi lagi.

Foto foto hasil Dokumentasi nya...

1
2
3

Peringatan Hari Kartini


Peringatan Hari Kartini selalu menjadi acara yang spesial bagi seluruh warga negara Indonesia, tidak hanya perempuan, namun juga laki-laki. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan di Hari Kartini yang bertepatan pada tanggal 21 April. Semua instansi, baik swasta maupun negeri, tak terkecuali sekolah-sekolah, juga melakukan peringatan Hari Kartini.

Mari kita tengok di SD Kaliwates 01, Jember. Peringatan Hari Kartini di SD Kaliwates 01, Jember, diawali dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Uniknya, seluruh petugas upacara merupakan guru atau siswa perempuan. Hal ini tidak terlepas dari simbolisasi emansipasi wanita yang ada saat ini, berkat perjuangan Ibu Kartini.

Seluruh siswa juga diminta untuk memakai pakaian adat . . Tak ayal, antusiasme anak-anak pun sangat besar untuk memakai pakaian adat Jawa tersebut.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba. Bagi kelas 1, 2 dan 3, dilaksanakan lomba gambar dan mewarnai dengan tema Kartini. Bagi kelas 4, dilaksanakan lomba merangkai bunga. Kelas 5 memiliki lomba tersendiri, yakni lomba membuat ketupat. Dan bagi kelas 6, diadakan lomba masak dengan tema Kartinian.


Masih banyak lagi kegiatan menarik di berbagai sekolah yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini di berbagai sekolah. Semoga dengan perigatan hari Kartini, anak-anak akan lebih mampu untuk menghayati perjuangan R.A. Kartini dalam memajukan wanita Indonesia. Selamat Hari Kartini!

Berbagai kegiatan yang telah di dokumentasikan...



1

2

3








Kegiatan Isra Mi'raj

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah salah satu hari besar umat Islam dimana dihari itu terjadi suatu peristiwa yang sangat membahagiakan umat Islam yaitu peristiwa dimana atas kehendak Allah SWT, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari masjidil haram menuju masjidil aqsa, yang dilakukan dalam satu malam. Peristiwa ini juga merupakan perintah Allah untuk menegakan Sholat 5 waktu.Dengan adanya peristiwa itu kita sebagai umat Islam senantiasa memperingati peristiwa tersebut sebagai lambang kecintaan kita akan sejarah umat Islam dan lambang ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta untuk berdakwah di lingkungan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Sebagai umat Islam yang selalu ingin mengharapkan keridhaan-Nya tentu kita akan menjalankan segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Adapun Tujuan dari Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H yaitu :  
1. Meningkatkan iman dan taqwa pada Allah serta rasa cinta pada Rasulullah SAW 
2.  Menumbuhkan semangat syiar Islam di lingkungan SD KALIWATES 01 JEMBER dan masyarakat sekitar; 
3.Memberikan nuansa pelaksanaan keislaman secara kaffah dalam segi kemasyarakatan dan kebangsaan;
4.  Menjalin Ukhuwah Islamiah baik hubungan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Dokumentasi dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H
 

1
2
3